Langsung ke konten utama

Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Becek Buat Ketagihan

Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Becek Buat Ketagihan

Hallo guys, gimana kabarnya pastinya baik yakan .. kini ada cerita baru yang di kirim oleh salah satu narasumber cowok yang tidak di ketahui identitasnya gan. Dia hanya memberikan lampiran cerita yang telah di rangkainya berdasarkan pengalaman yang telah dialami dirinya sendiri. Untuk kalian para pembaca yang ingin cerita dan pengalamannya di publikasikan silakan comment saja ya nanti akan kami berikan email nya. Atau tidak silakan hubungi kami melalui website yang sudah tertera ya gan.

Cerita kali ini menceritakan, dirinya yang telah berhasil menyetubuhi seorang murid private nya yang sangat menggoda dirinya. Dan yang paling mengesankan ialah cewek yang di entodny itu mempunyai nafsu yang sangat besar juga terlihat dari gerak gerik dan dimana memknya itu cepat sekali basah.

Nikmatnya Memek Becek Buat Ketagihan


Susan Permata, ialah seseorang gadis dengan muka cantik, alis matanya melengkung, serta mata indah dan jernih, dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung cocok lengkapi kecantikannya, ditambah lagi bibir mungil merah alami yang cocok juga dengan mukanya.

Rambutnya yang hitam serta dipotong pendek membuatnya lebih menarik, kulitnya putih mulus serta tertangani, badannya mulai berkembang demikian indah serta seksi. Ia tumbuh di kelompok keluarga yang cukuplah ada serta menyayanginya. Usianya baru 16 tahun, terkadang sifatnya masih tetap kekanakan. Badannya tidaklah terlalu tinggi sekitar 155 cm, badannya baik dengan tinggi badannya, tidaklah terlalu gemuk atau sangat kurus.

Satu minggu waktu lalu Susan mulai teratur ikuti les privat Fisika di rumahku, Loro Lewung, saya seseorang duda. Saya memiliki satu rumah mungil dengan dua buah kamar, salah satunya ada satu kamar mandi yang bersih serta harum. Kamar depan ditujukan ruangan kerja serta perpustakaan, buku-buku tersusun rapi di rack dengan beberapa warna kayu, sama dengan meja kerja yang di atasnya terdapat seperangkat computer.

Satu lukisan yang indah bergantung pada dinding, lukisan itu makin terlihat indah di latar belakangi oleh warna dinding yang cocok. Ruangan tidurnya dihiasi ornament yang cocok juga, dengan tempat tidur besar serta pencahayaan lampu yang membuat situasi makin romantis. Ruangan tamu diatur begitu artistik hingga berasa nyaman.

Rumahku memang berkesan romantis dengan terdengar perlahan alunan lagu-lagu cinta, Susan tengah kerjakan pekerjaan yang baru kuperintahkan. Ia sangat asik kerjakan pekerjaan itu, tiada menyengaja penghapusnya jatuh tersenggol. Susan berupaya meraih ke bawah punya maksud untuk mengambilnya, tetapi nyatanya ia menggenggam tanganku yang sudah terlebih dulu mengambilnya. Susan kaget lihat ke arahku yang tengah tersenyum kepadanya. Susan berupaya tersenyum, waktu tangan kirinya kupegang serta telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, lalu kutaruh penghapus itu ke telapak tangannya.

Saya menjadi orang yang sudah cukup memiliki pengalaman bisa rasakan getaran-getaran perasaan yang tersalur lewat jari-jari gadis itu, sekalian tersenyum saya berkata, “san, kamu terlihat lebih cantik jika tersenyum seperti itu”. Kata-kataku membuat gadis itu terasa tersanjung, dengan tidak sadar Susan mencubit pahaku sekalian tersenyum suka.

“Udah miliki pacar san?”, godaku sekalian memandang Susan.
“Belum, Kak!”, jawabnya malu-malu, mukanya yang cantik itu bersemu merah. “Kenapa, kan teman seusiamu telah mulai miliki pacar”, lanjutku.
“Habis mereka maunya hanya hura-hura seperti anak kecil, caper”, komentarnya sekalian meneruskan menulis jawaban pekerjaannya.
“Ohh!”, saya bergumam serta bergerak dari tempat duduknya, ambil minuman kaleng dari dalam kulkas. “Minum Coca Cola apakah Fanta, san?”, lanjutku.
“Apa ya! Coca Cola saja deh Kak”, sahutnya sekalian teruss kerja.
Saya mambawa dua kaleng minuman serta mataku terus melirik serta menelusuri badan Susan yang membelakangi, nyatanya menarik juga gadis ini, badannya yang semampai serta bagus cukuplah membuatku bergairah, pikirku sekalian tersenyum sendiri.
“Sudah Kak”, nada Susan mencengangkan lamunanku, kuhampiri serta kusodorkan sekaleng Coca-Cola kegemaran gadis itu. Lalu saya mengecek hasil kerja itu, nyatanya benar semua.
“Ahh, nyatanya tidak hanya cantik kamu pun pandai san “, pujiku serta membuat Susan terlihat tersipu serta hatinya berbunga-bunga.

Saya yang menyengaja duduk di samping kanannya, meneruskan menjelaskan pemecahan soal-soal lainnya, Berbau wangi minyak wangi yang kupakai begitu lembut serta berasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuat tiada sadar berubah makin dekat padaku. Pujian barusan membuat tidak bisa berkonsentrasi serta berupaya coba memahami apakah yang tengah diterangkan, tetapi tidak berhasil. Saya yang memandangnya tersenyum dalam hati serta menyengaja duduk menyamping, cukup menghadap pada gadis itu hingga instingku menjelaskan hatinya cukup tergetar.

“Kamu dapat tahu yang baru kakak terangkan san”, kataku sekalian lihat mukanya melalui pojok mata. Susan tersentak dari lamunannya serta menggeleng, “Belum, lagi dong Kak!”, sahutnya. Lalu saya ambil kertas baru serta ditempatkan di depannya, tangan kananku mulai tuliskan rumus-rumus sekalian menjelaskan, tangan yang lain ditempatkan di sandaran kursi tempatnya duduk serta kadang-kadang saya menyengaja menyeka punggungnya dengan lembut.

Susan makin tidak dapat berkonsentrasi, waktu rasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya makin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman serta selembut mungkin serta membuat makin terbuai oleh perasaan yang tidak terlukiskan. Ia benar-benar tidak dapat berkonsentrasi kembali. Tiada berasa matanya terpejam nikmati belaian tangan serta berbau minyak wangi yang lembut.

Ia berupaya melirikku, tetapi saya cuek saja, menjadi wanita yang tetap ingin dilihat, Susan mulai coba menarik perhatianku. Ia membulatkan tekad menempatkan tangan diatas pahaku. Jantungnya makin berdegup, ada getaran yang menyebar lembut melalui tanganku.

Tuntas menjelaskan saya menatapnya dengan lembut, ia tidak dapat meredam tatapan mata yang tajam itu, perasaannya jadi tidak karuan, tubuhnya terasanya menggigil waktu lihat senyumku, tiada sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, pada akhirnya Susan tutup mata sebab tidak kuat meredam gejolak didadanya. Saya tahu apakah yang dirasa gadis itu dengan instingku.

“Kamu sakit?”, tanyaku berbasa basi. Susan menggelengkan kepala, tetapi tanganku masih meraba dahinya dengan lembut, Susan diam saja sebab tidak paham apakah yang perlu dikerjakan. Saya genggam lembut jari tangan kirinya. Hawa hangat menimpa telinganya dari hidungku, “Kamu betul-betul gadis yang cantik, serta sudah tumbuh dewasa san”, gumamku lirih. pujian itu membuat dianya semakin bangga, tubuhnya bergetar, serta nafasnya sesak meredam gejolak di dadanya. Serta Susan nyatanya tidak dapat untuk meredam kemauannya menempatkan kepalanya di dadaku, “Ahh..”, Susan mendesah kecil tiada diakui.

Saya sadar gadis ini mulai menyukaiku, serta sukses menghidupkan perasaan romantisnya. Tanganku berjalan menyeka lembut telinga gadis itu, lalu turun ke leher, serta balik lagi naik ke telinga seringkali. Susan terasa angan-angannya membumbung, entahlah mengapa ia pasrah saja waktu saya mengusung dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin teruss nikmati belaian-belaian lembut itu.

“Kamu benar-benar sangat cantik serta saya meyakini jalan pikiranmu begitu dewasa, Saya takjub!”, kataku membujuk. Hawa hangat berasa menimpa wajahya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya, lantas turun perlahan ke telinga, hangat serta lembut, perasaan nikmat semacam ini tentu tidak pernah dirasakannya. Anehnya ia jadi ketagihan, serta terasa tidak ikhlas untuk secepatnya akhiri semua peristiwa itu.

“Ja.., janganlah Kak”, pintanya untuk menampik. Tetapi ia tidak berupaya untuk menghindar waktu bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan telusuri pipinya yang lembut, putih serta halus, waktu rasakan hangatnya bibirku mengulum bibirnya yang mungil merah merekah itu bergeter, saya meyakini baru pertama-tama inilah rasakan enaknya dikulum serta di cium bibir lelaki. Jantung di dadanya berdegup semakin keras, perasaan nikmat yang menyelimutinya hatinya makin membuat membumbung. “Uuhh..!”, hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman serta kuluman-kuluman hangatku.

“Aaahh..”, ia mendesah rasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seolah tidak dapat melarang. Ia diam saja, remasan lembut meningkatkan kesenangan sendiri baginya. “Dadamu begitu indah san”, satu pujian yang membuat makin mabuk, bahkan juga tangannya sekarang menggenggam tanganku, untuk tidak melarangnya, tetapi turut mendesak serta ikuti irama remasan di tanganku. Ia betul-betul makin menikmatinya. Serdadukupun mulai menegang.

“Aaahh”, Susan mendesah kembali serta pahanya bergerak-gerak serta tubuhnya bergetar mengisyaratkan vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar karena rangsangan yang dirasakannya, hal tersebut membuat vaginanya berasa geli, adalah kesenangan sendiri. Ia makin terbuai di antara degup-degup jantung serta kemauannya untuk sampai puncak kesenangan. Diimbanginya kuluman bibir serta remasan lembut diatas buah dadanya.

Waktu tanganku mulai buka kancing pakaian kostumnya, tangannya coba meredamnya. “Jangan kelak disaksikan orang”, pintanya, tetapi tidak kupedulikan. Kulanjutkan buka satu-satu, dadanya yang putih mulus mulai tampak, buah dadanya tertutup bra warna coklat. Seolah ia tidak perduli kembali dengan keadaannya, cuma kesenangan yang ingin diraihnya, ia pasrah waktu kugendong serta merebahkannya diatas tempat tidur yang bersprei putih. Dalam tempat tidur ini saya terasa bertambah nyaman, lebih dapat nikmati cumbuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu semakin terbuka.

“Auuuhh”, bibirku mulai berubah perlahan menyeka serta mencium hangat di lehernya yang putih mulus. “Aaaahh”, ia semakin mendesah serta rasakan kegelian lainnya yang lebih nikmat.

Saya makin suka dengan berbau wangi di tubuhnya. “Tubuhmu wangi sekali”, kembali rayuan itu membuat semakin besar kepala. Tanganku itu dilewatkan menelusuri dadanya yang terbuka. Susan sendiri tidak sanggup menampik, seolah ada perasaan bangga tubuhnya disaksikan serta kunikmati. Tanganku sekarang menelusuri perutnya dengan lembut, membuat menggelinjang kegelian. Bibir hangatku berubah menelusuri dadanya.

“Uhh.!”, tanganku menarik pakaiannya ke atas sampai keluar dari rok abu-abunya, lalu jari-jarinya melepas kancing yang tersisa serta menari lembut diatas perutnya. “Auuuhh” membuat menggelinjang nikmat, perasaannya membumbung ikuti irama jari-jariku, sesaat serdaduku berasa semakin tegang.

Ia mulai menarik kepalaku ke atas serta mulai mengimbagi ciuman serta kuluman, seperti caraku mengulum serta mencium bibirnya. “Ooohh”, terdengar desah Susan yang makin terbuai dengan ciuman hangat serta tarian jari-jariku di atas perutnya, sekarang dada serta perutnya tampak putih, mulus serta halus cuma tertutup bra coklat muda yang lembut.

Saya makin tegang sampai mesti mengendalikan gejolak birahi dengan mengendalikan pernafasanku, saya teruss mempermainkan badan serta perasaan gadis itu, kuperlakukan Susan dengan halus, lembut, serta tidak tergesa-gesa, perihal ini membuat Susan semakin ingin tahu serta semakin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah waktu tanganku menyelinap ke belakang, serta buka kancing branya.

Tanganku mulai menyelinap dibagian dada yang menonjol dibawah bra gadis itu, berasa kenyal serta padat di tanganku.
“Aaahh.. Uuuhh. ooohh”, Susan menggelinjang gelinjang geli serta nikmat, jemari itu menari serta menyeka lembut diatas buah dadanya yang mulai tumbuh lembut serta putih, sambil teruss berpagutan. Ia terasa makin nikmat, geli serta mengorbitkan angan-angannya.

Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih tetap kecil serta kemerahan itu dengan begitu berhati-hati. “Kak.. Aaahh.. uuhh.. ahh”. Susan mulai tunjukkan pertanda terangsang sampai berupaya turut buka kancing bajuku, cukup sulit, tetapi ia sukses. Tangannya menyelinap kebalik pakaian serta mengelus dadaku, sesaat birahinya semakin mencapai puncak. “Ngghh.. “, vaginanya yang basah makin membuat nikmat, pikirku. Susan menurut saat badannya diangkat dikit, dibiarkannya pakaian serta branya kutanggalkan, lantas dibuang ke samping tempat tidur.

Saat ini badan sisi atasnya tidak tertutup apa pun, ia terlihat tertegun serta risih sesaat, waktu mataku menelusuri lekuk tubuhnya. Di lain sisi ia terasa takjub dengan dua gunung indah yang masih tetap perawan yang menyembul diatas dadanya, tidak pernah terjamah oleh siapa saja tidak hanya dianya. Sedang saya tertegun sesaat lihat panorama di muka mataku, birahiku naik-turun kembali, saya berupaya mengendalikan pernapasan, sebab tidak mau melepas nafsu binatangku sampai menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.

Saya mulai mengulum buah dada gadis itu perlahan-lahan, berasa membusung lembut, putih serta kenyal. Diperlakukan semacam itu Susan menggelinjang, “Ahh.. uuuhh.. aaahh”. Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Buah dadanya yang putih, lembut, serta kenyal itu berasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah diputing susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri serta mengeras.

“Aaahh..!”, ia mendesah geli serta semakin mendekap kepalaku, vaginanya mungkin sekarang berasa membanjir. Birahinya makin mencapai puncak. “Kak.. ahh, teruss Kak.. ahh.. Uhh”, rintihnya semakin panjang. Saya teruss mempermainkan buah dada gadis lugu itu dengan bibir serta lidahku, sekalian buka kancing bajuku sendiri satu-satu, lalu pakaian itu kutanggalkan, tampak dadaku yang bagian serta atletis.

Kembali ujung bibirnya kukulum, berasa geli serta nikmat. Waktu Susan akan membalas memagutnya, telapak tangannya kupegang serta kubimbing naik ke atas kepalanya. Saya mulai mencium serta mengisap lembut, serta menggigit kecil tangan kanannya, dari mulai pangkal lengan, siku sampai ujung jarinya diisap-isap. Membuat makin bertambah geli serta nikmat. “Geli.. ahh.. ohh!”

Perasaannya membumbung kembali, saat buah dadanya dikulum, dijilati serta disedot lembut. “Uuuhh.!”, ia semakin mendekapkan kepalaku, itu akan membuat vaginanya geli, membuat birahinya makin mencapai puncak.
“Kak.. ahh, teruss kak.. ahh.. ssst.. uhh”, ia mendesah rintih serta menggelinjang, kadang-kadang kakinya menekuk ke atas, sampai roknya terungkap.

Sekalian teruss mempermainkan buah dada gadis itu. saya melirik ke paha mulus, indah tampak diantara rok yang terungkap. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku serta teruss menari turun naik pada lutut serta pangkal paha putih mulus, masih tetap tertutup celana yang membasah, Saya rasakan birahi Susan makin mencapai puncak. Saya teruss mempermainkan buah dada gadis itu.

“Kak.. ahh, teruss Kak.. ahh.. uhh”, terdengar gadis itu mendesah panjang. Saya dengan perlahan serta tentu mulai buka kancing, lantas turunkan retsleting rok abu-abu itu, seolah Susan tidak perduli dengan tindakanku itu. Rangsangan yang membuat birahinya mencapai puncak membuat bertekuk lutut, menyerah.

“Jangan Kak.. aahh”, tetapi saya tidak perduli, bahkan juga lalu Susan justru menolong turunkan roknya sendiri dengan mengusung pantatnya. Saya tertegun sesaat lihat badan putih mulus serta indah itu. Lalu tubuh gadis itu kubalikkan hingga tempatnya tengkurap, bibirku merayap ke leher belakang serta punggung.

“Uuuhh”, saat mengubah tubuh, Susan lihat suatu yang menonjol dibalik celana dalamku. Ia kaget, malu, tetapi ingin tahu. “Aaahh”. Susan mulai merapatkan kakinya, ada perasaan risih sekejap, lalu hilang kalah oleh nafsu birahi yang sudah menyelimutinya perasaannya. “Ahh..”, ia diam saja waktu saya kembali mencium bibirnya, menuntun tangannya ke bawah diantara pangkal paha, ia sekarang menggenggam serta rasakan serdadu yang keras bundar serta panjang dibalik celanaku, sesaat Susan sesaat mengelus-elus benda yang membuat hatinya ingin tahu, tetapi lalu ia kaget serta menarik tangannya.

“Aaahh”, Susan tidak kuberikan peluang untuk berpikir lainnya, saat mulutku kembali mainkan puting susu mungil yang berdiri tegak dengan indahnya diatas benjolan dada. Vaginanya berasa semakin membanjir, perihal ini membuat birahinya semakin mencapai puncak. “Ahh.. ahh.. teruuus.. ahh.. uhh”, sekalian teruss mainkan buah dadanya, tanganku menari turun naik pada lutut serta pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tetap tertutup celana. Tiada disadarinya, sebab nikmat, tanganku mulai menyelinap dibawah celana dalamnya serta mengusap-usap lembut bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, serta pantatnya yang kenyal tercipta dengan indahnya bergantian.

“Teruuuss.. aaahh.. uuuhh”, sebab geli serta nikmat Susan mulai buka kakinya, jari-jari Rene yang nakal mulai menyelinap serta mengelus vaginanya dari sisi luar celana, birahinya mencapai puncak sampai kepala.

“Ahh.. teruss.. ahh.. ohh”, gadis itu kaget sesaat, lalu kembali mendesah rintih. Lihat Susan menggelinjang kesenangan, tanganku coba mulai menyelinap dibalik celana lewat pangkal paha serta mengelus-elus dengan lembut vaginanya yang basah lembut serta hangat. Susan semakin menggelinjang serta birahinya semakin membara. “Ahh.. teruusss ooh”, Susan mendesah rintih kesenangan.

Saya tahu gadis itu hampir sampai puncak birahi, dengan gampang tanganku mulai berlaga turunkan celana dalam gadis itu perlahan-lahan. Benar saja, Susan biarkan, tidak perduli kembali bahkan juga mengusung pantat serta kakinya, hingga celana itu lepas tiada rintangan.

Badan gadis itu sekarang tergolek bugil di muka mataku, terlihat makin indah serta merangsang. Pangkal pahanya yang begitu bagus itu dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai berkembang halus. Vaginanya terlihat kemerahan serta basah dengan puting vagina mungil di tengahnya. Saya teruss mainkan puting susu yang saat ini berdiri tegak sekalian teruss mengelus bibir vagina semakin membanjir. “Kak.. ahh, teruss Kak.. ahh.. uhh”.

Vagina yang basah berasa geli serta gatal, nikmat sampai ujung kepala. “Kak.. aahh”, Susan tidak tahan kembali serta tangannya menyelinap dibawah celana dalamku serta menggenggam serdadu yang keras bundar serta panjang itu. Susan tidak terasa malu kembali, bahkan juga mulai menyeimbangi gerakanku.

Saya tersenyum penuh kemenangan lihat aksi gadis itu, otomatis gadis itu minta untuk lakukan tindakan lebih jauh kembali. Saya melepas celana dalamku, lihat serdaduku yang besar serta keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak takjub.

Saat ini kami tidak menggunakan penutup benar-benar. Susan takjub sampai mulutnya menganga lihat serdadu yang besar serta keras berdiri tegak dengan gagahnya, baru pertama-tama ia lihat benda itu. Vaginanya tentu sangatlah geli serta gatal, ia tidak perduli kembali jika masih tetap perawan, lalu telentang serta pelan-pelan buka leber-lebar pahanya.

Sesaat saya tertegun lihat vagina yang bersih kemerahan serta dihisi bulu-bulu yang baru tumbuh, lubang vaginanya terlihat masih tetap tertutup selaput perawan dengan lubang kecil di tengahnya.

Susan cuma tertegun waktu saya ada di atasnya dengan serdadu yang tegak berdiri. Sekalian bertopang pada lutut serta siku, bibirku melumat, mencium, serta terkadang menggigit kecil menelusuri semua tubuhnya. Kuluman di puting susu yang dibarengi dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vaginanya kulakukan dengan berhati-hati, semakin membasah serta nikmat sendiri. “Kak.. ahh, teruss ssts.. ahh.. uhh”, birahinya mencapai puncak bisa-bisa sampai kepalanya berasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. “Ahh” berasa hangat serta kencang.

“Kak.. ahh!”, ia tidak bisa kembali meredam gejolak biraninya, menuntun serdaduku ke lubang vaginanya, ia mulai inginkan serdaduku menyerang ke lubang serta merojok vaginanya yang merasa begitu geli serta gatal. “Uuuhh.. aaahh”, tetapi saya justru mainkan topi baja serdaduku sampai menyenggol-nyenggol selaput daranya. “Ooohh Kak masukan ahh”, gadis itu sampai mendesah rintih serta minta-minta dengan penuh kesenangan.

Dengan berhati-hati serta pelan-pelan saya teruss mempermainkan gadis itu dengan serdaduku yang keras, hangat tetapi lembut itu telusuri bibir vagina. “Ooohh Kak masukan aaahh”, di celah rintihan nikmat gadis itu, sesudah kulihat puting susunya mengeras serta gerakannya mulai cukup lemas, serdadu mulai menyerang masuk serta tembus selaput daranya, Sreetts “Aduuhh.. aahh”, tangannya mencengkeram bahuku. Dengan demikian, Susan cuma terasa lubang vaginanya seperti digigit nyamuk, tidak demikian sakit, waktu selaput dara itu robek, ditembus serdaduku yang besar serta keras. Burungku yang terpercik darah perawan bercampur lendir vaginanya teruss masuk perlahan-lahan sampai setengahnya, ditarik kembali pelan-pelan serta berhati-hati. “Ahh”, ia mendesah kesenangan.

Saya tidak ingin tergesa-gesa, saya tidak mau lubang vagina yang masih tetap cukup seret itu jadi sakit sebab belumlah terlatih serta belumlah elastis. Burung itu masuk kembali setengahnya serta.. Sreeets “Ohh..”, kesempatan ini tidak ada perasaan sakit, Susan cuma rasakan geli waktu dirasa burung itu keluar masuk merojok vaginanya. Susan menggelinjang serta menyeimbangi pergerakan serta mendekap pinggangnya.

“Kak.. ahh, teruss Kak.. ohh.. uhh”, serdaduku teruss menghunjam makin dalam. Ditarik kembali, “Aaahh”, masuk kembali. “Ahh, terus… ahh.. uhh”, lubang vagina itu lama-lama semakin mengembang, sampai burung itu dapat masuk sampai sampai pangkalnya seringkali. Susan rasakan nikmat birahinya mencapai puncak di kepala, perasaannya melayang-layang di awan-awan, badannya mulai bergeter getar serta mengejang, serta tidak tertahankan kembali. “Aaahh, ooohh, aaahh” vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Ia sudah sampai puncak orgasme, lalu tampak lega yang menyelimutinya dianya.

Lihat Susan telah sampai orgasme, saya sekarang melepas semua perasaan birahi yang ketahan semenjak barusan serta semakin cepat merojok keluar masuk lubang vagina Susan, “Kak.. ahh.. ssst.. ahh.. uhh”, Susan mendesah serta rasakan nikmat birahinya mencapai puncak kembali. Badannya kembali bergetar serta mengejang, begitupun denganku.
“Ahh.. oohh.. ohh.. aaaahh!”, kami mendesah rintih panjang ke arah puncak kesenangan. Serta mereka sampai orgasme hampir bertepatan, berasa serdadu menyemburkan air mani hangat ke vagina gadis itu yang masih tetap berdenyut nikmat.

Saya keluarkan serdadu yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di samping Susan serta memeluknya agar Susan merasakan aman, ia terlihat terasa begitu senang dengan pelajaran step awal yang kuberikan. “Bagaimana jika Susan hamil Kak”, tuturnya sekalian pojok matanya keluarkan air mata.

Tidak lama kemudian saya dengan sabar menuturkan jika Susan mustahil hamil, sebab tidak dalam waktu siklus subur, karena pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari vagina serta siklus menstruasinya.

Susan makin terasa lega, aman, terasa disayang. Peristiwa barusan dapat berjalan sebab adalah kemauan serta kerelaannya juga. Diapun dapat tersenyum senang serta menitikkan air mata bahagia, lalu tertidur nyenyak dipelukanku yang sudah membuatnya seseorang wanita.

Bangun tidur, Susan bersihkan tubuh di kamar mandi. Tuntas mandi ia kembali pada kamar, dilepasnya handuk yang melilit tubuhnya, demikian indah serta menggairahkan hingga saya tidak berkedip memandangnya. Diambilnya baju yang berantakan serta dikenakannya kembali satu-satu. Lalu ia pamit pulang serta mencium pipiku yang masih tetap berbaring dalam tempat tidur.

Postingan populer dari blog ini

Memperkosa Adik Mantan Pacar Yang Telah Menghianatiku

Ini merupakan sebuah cerita yang pernah terjadi pada bulan Juni tahun lalu ketika aku punya pacar, dan pacarku juga memiliki adik yang sangat seksi sekali sama dengan akaknya. Tapi pacaarku tidak pernah memberiku suatu kenikmatan yang sangat berlebih dibandingkan dengan adiknya yang sengaja aku perkosa saja demi memuaskan hasrat birahiku ini. Cerita kali ini memang merupakan kenikmatan seks dari adik pacarku yang seksi dang bergairah sekali. Begini awal kisanya dari cerita bebas kali ini, kisah kali ini merupakan kisah nyataku bersama dengan seorang cewek sebut saja namanya Reni, Reni adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun Reni adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Reni berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 2...

Main Belakang Dengan Tunangan Orang

Perkenalkan Namaku Erwin seorang PNS, untuk kerahasiaan aku tidak akan menuliskan tahun terjadinya peristiwa ini dan nama asli. Namun cerita ini adalah benar adanya. bulan September lalu aku mengikuti prajabatan PNS, yah tak ada yang kukenal di prajabatan ini, karena itu aku berusaha untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Pagi itu adalah jam pertama, aku duduk di bangku kelas bagian tengah, kulirik kiri dan kanan. tak ada yang kukenal. Namun ada satu yang menarik perhatianku, seorang gadis cantik duduk tak jauh dariku, dia nampak ramah dan selalu tersenyum, kulitnya sawo matang, namun bagiku dia terlihat yang paling cantik di kelas. Tiba-tiba saja dia melihatku dan menghampiriku dengan ramah lalu dia lalu memperkenalkan diri. “Hai.. Nama saya Nadia, aku guru tari Bali, nama kamu siapa? kok dari tadi ngeliatin terus sih?” Aku jadi salah tingkah, dan lalu aku menjawab sekenanya, “Maaf ya mbak, nama saya Erwin, abis ga ada yang dikenal sih…” “Salam kenal. Umur kamu emangnya berap...