Langsung ke konten utama

Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Tante Berhijab

Cerita Dewasa Menikmati Tubuh Tante Berhijab

Hallo guys kini ada cerita baru yang sangat mengairahkan para kaum lelaki yang sekarang sudah pada doyan janda atau tante-tante girang. Marcela ialah seorang ibu rumah tangga yang berparas cantik dan menawan dengan kulit putih yang bersih dirinya baru saja berkisaran umur 31 tahun. Dirinya telah 6 tahun menikah dengan suaminya yang dikenal sebagai nama mas hamzah, marcela dikenal sebagai muslimah yang sangat taat dengan allah dimana dia selalu taat ibadah dan selalu mengenakan jilbab begitu juga dengan suaminya juga taat akan aturan allah yang telah di ajarkan didalam agama muslim tersebut.

Ketika marcela keluar rumah maupun di dalam rumah dirinya selalu memakai jubah panjang, jilbab yang lebar dan kaus kaki yang menutupi kakinya, hal tersebut berlaku juga ketika ia bertemu dengan tamu yang berkunjung kerumahnya ataupun lelaki yang bukan mahromnya, maka dari itu perilakua tersebut dapat disebut ialah kealiman marcela.

Menikmati Tubuh Tante Berhijab

Pada suatu sore dirumah ibu muda tersebut kedatangan tamu lelaki, yang dimana lelaki tersebut ialah teman rekan kerja kantor suaminya yang tercinta. Pada saat ia menemui pria tersebut, dia mengenakan baju muslimah yang asli yang dimana memakai jubah, hijab dan kaus kaki yang panjang menutupi semua bagian tubuhnya sehingga para tamu hanya bisa melihat ajahnya dengan tidak begitu jelas karena dirinya memakai masker. Pada saat itu tidak ada suaminya dirumah karena sedang ada rapat dikantor dan suaminya akan tiba di rumah sesudah magrib tiba. Dengan jilbab putih yang lebar dan jubah panjang bemotif bunga kecil berwarna biru dan kaus kaki berwarna krem, marcela menjumpai tamu suaminya itu bernama hendrik. Seseorang lelaki yang sering bertamu ke tempat tinggalnya. Mukanya tidak tampan akan tetapi tubuhnya tampak tegap serta atletis.Usianya lebih muda dari suaminya atau dianya sampai suaminya atau ia sendiri memanggilnya dengan panggilan dik Hendrik. Sebenarnya marcela kurang suka pada lelaki bernama Hendrik itu, sebab matanya yang jalang jika memandangnya seolah akan menelannya bulat-bulat hingga ia lebih senang menghindar bila Hendrik hadir bertamu. Akan tetapi kesempatan ini, marcela mesti menemuinya sebab Hendrik ini ialah rekanan suaminya, sangat terpaksa marcela berlaku ramah padanya. Memang mustahil untuk memerintah Hendrik kembali, saat suaminya tidak ada di dalam rumah semacam ini sebab jauhnya rumah tamu suaminya ini. Pada akhirnya marcela mempersilahkan Hendrik menanti di ruangan tamu sedang ia pergi ke dapur membikinkan minum untuk tamunya itu. Sore hari ini, situasi rumah marcela benar-benar sangat sepi. Tidak hanya suaminya yang tidak ada di dalam rumah, ke-2 anaknya juga tengah ngaji serta baru pulang mendekati maghrib kelak. Di dapur, marcela tengah mempersiapkan makanan dan minuman kecil buat tamu suaminya yang tengah menanti di ruangan tamu.Tangan ibu muda ini tengah mengaduk gelas untuk minuman tamu suaminya saat tiada disadarinya, lelaki tamu suaminya yang sebelumnya menanti di ruangan tamu itu menyelusup ke dapur menyusul marcela. marcela terpekik kaget, saat dirasakannya tidak diduga seseorang lelaki memeluknya dari belakang. Wanita berjilbab lebar ini begitu kaget saat mengerti yang memeluknya ialah Hendrik tamu suaminya yang tengah dibikinkan minuman olehnya. marcela berusaha meronta akan tetapi tidak diduga sebilah belati sudah melekat di pipi wanita yang halus ini.Lalu lelaki itu langsung mendekatkan mulutnya ke telinga marcela. “Maaf, Mbak marcela. Mbak marcela demikian cantik serta menggairahkan, saya berharap Mbak janganlah menantang atau berteriak atau belati ini akan mengakibatkan kerusakan muka ayu yang cantik ini”. desis Hendrik dalam membuat marcela tidak berdaya. Kilatan belati yang dibawa Hendrik membuat muka wanita berjilbab ini pucat pasi. Seumur hidupnya, baru kesempatan ini marcela lihat pisau belati yang tampak begitu tajam hingga membuat wanita ini lemas ketakutan. Badan ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang saat ia rasakan ke-2 tangan Hendrik itu menyelinap ke balik jilbab lebarnya meremas-remas lembut ke-2 payudaranya yang tertutup jubah dan….. Lalu salah satunya tangan Hendrik lantas turun mengarah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya di luar jubah yang dipakainya. “Jangaan.. dik Hendriik..”desah marcela dengan gemetaran. Akan tetapi laki- laki ini tidak peduli, ke-2 tangannya semakin bernafsu meremas-remas buah dada dan selangkangan wanita alim berumur 31 tahun ini. marcela menggeliat-geliat terima remasan lelaki yang bukan suaminya ini dalam tempat membelakangi lelaki itu. “Jangaan.. dik Hendriik….sesaat kembali anak-anakku pulang..” desah marcela masih tetap dengan muka ketakutan serta resah. Hendrik dipengaruhi dengan beberapa kata marcela, diliriknya jam dinding yang ada pada dapur itu. serta memang saat seringkali bertamu di dalam rumah ini Hendrik tahu tidak lama kembali ke-2 anak wanita yang tengah diperkosanya itu pulang dari ngaji. Lelaki ini mengumpat perlahan sebelum lalu, Hendrik berlutut di belakang marcela. marcela menggigil dengan badan mengejang saat lalu wanita kader ini rasakan tangan lelaki tamu suaminya itu merogoh melalui sisi bawah jubahnya, lantas menarik turun sekaligus juga rok dalam serta celana dalamnya. Lalu tiada diduganya, Hendrik membuka sisi bawah jubah birunya ke atas sampai ke pinggang. Ibu muda berjilbab lebar ini terpekik dengan muka yang merah padam saat mengerti sisi bawah tubuhnya sekarang telanjang. Sesaat Hendrik malah terasa kagum lihat istri rekanan sekantornya ini dalam kondisi telanjang sisi bawah tubuhnya demikian menggairahkan. Benar-benar, lelaki ini belum pernah menduga jika sore hari ini akan lihat badan istri Mas Syamsul yang tetap dilihatnya dalam kondisi kenakan pakaian rapat sekarang ditelanjanginya. Pertama-tama Hendrik lihat marcela, lelaki ini sudah tergetar dengan kecantikan muka wanita berkulit putih keturunan ningrat ini meskipun sebetulnya Hendrik juga beristri, tetapi jika dibanding dengan marcela muka istrinya tidak ada apa-apanya. Akan tetapi wanita yang tetap kenakan pakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuat enggan ikut sebab marcela ialah istri temannya. Tapi seringkalinya mereka berjumpa membuat Hendrik makin terpikat dengan kecantikan istri mas Syamsul ini, bahkan juga meskipun marcela menggunakan baju jubah panjang serta jilbab yang lebar, Hendrik bisa memikirkan kesintalan badan wanita ini lewat benjolan kemontokan buah dadanya serta pantatnya yang bundar indah bahenol. Muka marcela merah padam saat diliriknya, mata Hendrik masih tetap melotot lihat badan marcela yang 1/2 telanjang. Celana dalam serta rok dalam yang digunakan wanita berjilbab ini sekarang teronggok dibawah kakinya sesudah ditarik turun oleh Hendrik, hingga wanita alim ini tak akan menggunakan celana dalam. Bentuk pinggul serta pantat wanita alim yang sintal ini begitu jelas tampak oleh Hendrik. Belahan pantat marcela yang telanjang tampak begitu bundar, padat dan putih mulus tidak bercacat membuat birahi lelaki yang sudah menggelegak sejak dari barusan semakin menggelegak. Di antara belahan pantat Mufida tampak kemaluan wanita istri partnernya yang begitu mengundang selera. “Mbak marcela..Kakimu direnggangkan dong. Saya ingin lihat memekmu…” kata Hendrik masih tetap sekalian jongkok sambil meredam birahinya sebab lihat sisi kehormatan istri partnernya yang cantik ini. Wanita itu menyerah keseluruhan, dia merenggangkan kakinya. Dari bawah, lelaki itu melihat panorama indah mengagumkan. Di pangkal paha wanita berjilbab ini tumbuh rambut kemaluannya, walau tidak lebat akan tetapi tampak rapi. Hendrik takjub lihat kemaluan marcela yang demikian montok serta indah, beda sekali dengan kemaluan istrinya. “Jangaan..diik..hentikaaan…anak-anaku sesaat kembali pulang ” pinta marcela dengan nada bergetar meredam malu. Akan tetapi Hendrik seakan tidak mendengarnya malah tangan lelaki itu menguakkan bongkahan pantat istri marcela serta lidahnya mulai menyentuh anusnya. marcela menggeliat, badan ibu muda berjilbab ini mengejang saat dia rasakan lidah lelaki itu telusuri belahan pantatnya lalu telusuri sela di pangkal pahanya Oh dik jajajangan…. Dengan bernafsu Hendrik menguakkan bibir kemaluan marcela yang berwarna merah jambu serta lembab. Badan wanita ini mengejang lebih hebat kembali waktu lidah lelaki itu menyodok ke liang vaginanya. Tubuhnya bergetar saat lidah itu menyapu klitorisnya. Makin lama wanita berjilbab berumur 31 tahun ini tidak dapat meredam erangannya Oh yeah…Aaaagggh !, saat bibir lelaki itu mengatup serta menyedot-nyedot klitorisnya. serta menit-menit setelah itu marcela makin mengeluh berkelojotan oleh kesenangan birahi saat Hendra seolah mengunyah-ngunyah kemaluannya. Seumur hidupnya, marcela tidak pernah diperlakukan semacam ini meskipun oleh mas Syamsul suaminya. “Hmmm…, memekmu enak…. Mbak marcela….” kata Hendriik sekalian berdiri sesudah senang memakan kemaluan istri partnernya ini,serta tangan kirinya selalu mengucek-ngucek kelamin marcela sekalian berbisik ketelinga ibu muda itu…. ”Mbak saya entotin ya, saya ingin mbak rasakan hangatnya penisku” “Aihhhh…eungghhhh….janganlah..ampun” marcela mengeluh dengan mata mendelik, saat suatu yang besar,panjang serta panas mulai menyerang kemaluannya lewat belakang. Badan wanita berjilbab berdarah ningrat itu mengejang pada perasaan geram bercampur nikmat marcela meronta lemah dibarengi desahannya. Dengan buas Hendrik menghujamkan batang penisnya “Mmmfff..oh oh. enak ikut ngentot sama Mbak….. tiada melepas pakaiannya ibu muda itu…. Hendrik menyetubuhi isteri sahabatnya dari arah belakang, Hendrik sekalian menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas terengah-engah menghentakan penis besarnya. marcela bisa rasakan penis Hendrik yang sekarang tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya, tambah lebih besar serta panjang di banding penis suaminya. Tangan kiri lelaki itu membekap pangkal paha marcela, lantas jari tengahnya mulai mendesak klitoris ibu muda berjilbab itu lalu dipilinnya dengan lembut, membuat wanita kader salah satunya partai yang alim ini menggigit bibirnya dibarengi desahan enaknya. marcela tidak dapat meredam sensasi yang mendesak dari basic kesadarannya.Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah nikmat, ditambah lagi tangan kanan lelaki itu sekarang menyelinap ke balik jubahnya, lantas memilin-milin puting susunya yang peka… “Ayo Mbak marcela….ahhhh…jangan bohongi dirimu sendiri…nikmati…ahh….nikmati saja….” Hendrik selalu memaju mundurkan penisnya yang terjepit vagina ibu muda yang alim ini. marcela menggeleng-gelengkan kepalanya, coba menantang terpaan kesenangan di dalam desakan perasaan malu. Tetapi dia tidak dapat. marcela mendesah nikmat serta tiada sadar dia meracau. “Oh besar sekali punyamu dik hendrik…sakiiiit Oooh ampuuun… yeah ampuuun dik”. Hendrik dengan santer mengocok penisnya di dalam vagina yang mulai basah sekalian berbisik pada ibu muda itu. “Mana yang enak kontolku dengan miliki mas Syamsul mbak”, marcela mulai meracau kembali sambil mengerang…”ooooh enak punyamu dik, besar serta panjang aduh dik nyeri oh mmmf Aaaagghh….” serta pada akhirnya wanita cantik ini menjerit kecil waktu dia mencapai puncak kesenangan, suatu yang baru pertama-tama ditemuinya meskipun 6 tahun ia sudah melakukan pernikahan dengan mas Syamsul tidak pernah marcela memperoleh orgasme sedahsyat ini. Badan marcela langsung lunglai, tetapi lelaki di belakangnya beberapa langkah kembali akan sampai ke puncak. Hendrik masih tetap selalu mengaduk vaginanya dengan kecepatan penuh. Lantas, dengan geraman panjang Hendrik menusukkan penisnya sejauh mungkin ke kemaluan ibu muda berjilbab ini.Ke-2 tangannya mencengkeram payudara marcela yang padat serta montok dengan kuat diremasnya. marcela yang masih tetap dibuai gelombang kesenangan, kembali rasakan sensasi aneh waktu sisi dalam vaginanya disembur cairan hangat mani dari penis Hendrik yang merasa banyak membanjiri liangnya. marcela kembali mendesah serupa nada anak kucing, waktu dengan perlahan-lahan Hendrik menarik keluar penisnya yang lunglai. Demikian gelombang kesenangan berlalu, kesadaran kembali penuhi ruangan pikiran wanita ini. marcela tersadar serta terisak dengan tangan bertopang pada meja dapur. “Sudah, Mbak marcela tidak perlu nangis! toh mbak marcela turut nikmati ikut, janganlah katakan pada siapapun juga jika tidak ingin nama baik suamimu tercemar dengan perselingkuhan kita !!” kata kata Hendrik dengan suara desakan keras sekalian mengatur celananya. marcela diam saja, harga dianya menjadi seseorang istri serta wanita hancur. Wanita itu baru membereskan bajunya yang awut-awutan saat, dilihatnya Hendrik sudah pergi dari dapur serta sesaat lalu tiada berpamitan, terdengar suara mobil Hendrik berlalu tinggalkan halaman tempat tinggalnya.

Postingan populer dari blog ini

Memperkosa Adik Mantan Pacar Yang Telah Menghianatiku

Ini merupakan sebuah cerita yang pernah terjadi pada bulan Juni tahun lalu ketika aku punya pacar, dan pacarku juga memiliki adik yang sangat seksi sekali sama dengan akaknya. Tapi pacaarku tidak pernah memberiku suatu kenikmatan yang sangat berlebih dibandingkan dengan adiknya yang sengaja aku perkosa saja demi memuaskan hasrat birahiku ini. Cerita kali ini memang merupakan kenikmatan seks dari adik pacarku yang seksi dang bergairah sekali. Begini awal kisanya dari cerita bebas kali ini, kisah kali ini merupakan kisah nyataku bersama dengan seorang cewek sebut saja namanya Reni, Reni adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun Reni adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Reni berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 2...

Main Belakang Dengan Tunangan Orang

Perkenalkan Namaku Erwin seorang PNS, untuk kerahasiaan aku tidak akan menuliskan tahun terjadinya peristiwa ini dan nama asli. Namun cerita ini adalah benar adanya. bulan September lalu aku mengikuti prajabatan PNS, yah tak ada yang kukenal di prajabatan ini, karena itu aku berusaha untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Pagi itu adalah jam pertama, aku duduk di bangku kelas bagian tengah, kulirik kiri dan kanan. tak ada yang kukenal. Namun ada satu yang menarik perhatianku, seorang gadis cantik duduk tak jauh dariku, dia nampak ramah dan selalu tersenyum, kulitnya sawo matang, namun bagiku dia terlihat yang paling cantik di kelas. Tiba-tiba saja dia melihatku dan menghampiriku dengan ramah lalu dia lalu memperkenalkan diri. “Hai.. Nama saya Nadia, aku guru tari Bali, nama kamu siapa? kok dari tadi ngeliatin terus sih?” Aku jadi salah tingkah, dan lalu aku menjawab sekenanya, “Maaf ya mbak, nama saya Erwin, abis ga ada yang dikenal sih…” “Salam kenal. Umur kamu emangnya berap...