Halo semuanya, nama saya Geno yang masih berumur 24 tahun dan bekerja sebagai seorang supir dengan seorang pengusaha Tionghoa yang kaya. Ia memiliki seorang anak gadis tunggal yang masih duduk di bangku sekolah SMA kelas 12. Namanya Rini, setiap harinya aku menjemput pulang dan pergi sekolah maupun ketempat - tempat yang ingin Rini kunjungi yang pastinya dengan izin orang tuanya. Memakai kacamata, rok pendek dan baju sekolahnya yang cukup ketat membuat pakaian dalam Rini terkadang terlihat dengan tidak sengaja di mataku yang membuatku setiap harinya terundang nafsuku olehnya apalagi dengan harum body lotionnya semakin membuatku terbayang bagaiamana bisa aku jika bersetubuh dengannya.
Dia Rela Memberi Apapun Yang Ku Mau
Suatu hari saat Rini dan teman - temannya sudah memiliki jani untuk pergi kesebuah klub malam, pada siang harinya Rini memintaku untuk tidak diantarkan kerumah melainkan mengantarnya kerumah temannya sehabis pulang sekolah. Kebetulan kedua orang tuanya tidak ada dirumah karena urusan pekerjaan. Maka Rini dengan sempatnya untuk mengikuti perintahku, aku yang patuh dengan perintah kedua orang tuanya sempat ingin menelepon mereka, namun entah setan apa yang merasuki Rini, Ia meminta untuk pindah tempat duduknya menjadi duduk disebelahku saat kami dalam perjalanan pulang. Ia membuka dua kancing baju sekolahnya sambil memohon untuk tidak dibawa pulang kerumah dengan muka melasnya. Aku yang sudah sangat tergoda antara mau dan tidak sangat bingung saat itu. Kemudian ia memegang tangan kiriku dan memasukannya kedalam rok pendeknya agar bisa membelai paha mulusnya yang putih dan halus tersebut, tanpa memikirkan panjang lagi aku meraba - raba vagina Rini yang masih terbungkus celana dalam dengan jariku ini, dengan sengajanya dia mendesah penuh nafsu agar bisa membujukku untuk bisa pergi kerumah temannya.
Setelah beberapa saat mencolok - colok vagina Rini dengan jari cepatku. Aku malah membawanya ketempat dimana jalan yang sepi dilewati lalu lalang orang - orang. Disana aku langsung berpindah ke tempat duduknya sambil menciumi bibir manisnya, dan kemudian melepaskan kacamatanya baik yang dipakai untuk melihat maupun yang ada di dadanya beserta baju sekolahnya yang ketat. Melihat badannya yang begitu putih dan sangat harum, tanpa celah aku tidak memberinya ruang bergerak dan menurunkan belakang tempat duduk mobil majikanku agar kami bisa berbaring dengan leluasa. Sambil mencumbui bibirnya dan sembari menghisap puting payudaranya, aku memegangi kedua tangannya agar dia tidak bisa menolak seranganku ini. Dengan gerakan Rini yang sedikit agak panik karena takut diperkosa olehku, dia menerima apa yang aku lakukan ketubuhnya ini, hisapan demi ciuman aku lumuri kebadannya yang sangat bening tersebut.
Kemudian tanpa ampun aku mengeluarkan penisku ini dari sarangnya dan kemudian aku memaksanya untuk memasukannya kemulutnya yang sangat indah tersebut, dengan sedikit ragu dia memasukan perlahan dan menjilat sambil menghisap dengan pandainya tak lama setelah aku memasukan penisku. Rini sempat berkata untuk jangan memasukan penisku ke vaginanya karena dia masih perawan atau berhubungan seks, cukup dengan jari aku sudah mau, katanya. Aku yang hanya diam melanjutkan aksi bejatku ini kepada anak majikanku sendiri sambil menikmati hisapan kencang darinya. Setelah sudah di hisap habis penisku ini, dan sebelum memuncratkan spermaku ini, aku memegangi kepalanya dengan kedua tanganku dengan maksud menyeprotkan sperma ini kedalam mulutnya. Dia sempat menjerit dan melawan, namun aku tidak peduli dengan keadaan di dalam mobil dan ejakulasiku ini bisa menembak di dalam mulutnya. Dia akhirnya pun mau nemerimanya dan menelan habis semua spermaku ini sambil dia lemas berbaring di mobil.
Setelah perjanjian kami sudah selesai dijalankan. Aku mengantarkannya kerumah temannya dan dengan terpaksa aku mengikuti perintahnya. Namun sejak kejadian hari itu, dia malah makin sering memintaku untuk diantarkan ke tempat - tempat yang semestinya dilarang orang tuanya. Akunpun dengan cerdiknya memintanya untuk bisa memuaskanku di setiap waktu.
Ini merupakan sebuah cerita yang pernah terjadi pada bulan Juni tahun lalu ketika aku punya pacar, dan pacarku juga memiliki adik yang sangat seksi sekali sama dengan akaknya. Tapi pacaarku tidak pernah memberiku suatu kenikmatan yang sangat berlebih dibandingkan dengan adiknya yang sengaja aku perkosa saja demi memuaskan hasrat birahiku ini. Cerita kali ini memang merupakan kenikmatan seks dari adik pacarku yang seksi dang bergairah sekali. Begini awal kisanya dari cerita bebas kali ini, kisah kali ini merupakan kisah nyataku bersama dengan seorang cewek sebut saja namanya Reni, Reni adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun Reni adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Reni berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 2...
Perkenalkan Namaku Erwin seorang PNS, untuk kerahasiaan aku tidak akan menuliskan tahun terjadinya peristiwa ini dan nama asli. Namun cerita ini adalah benar adanya. bulan September lalu aku mengikuti prajabatan PNS, yah tak ada yang kukenal di prajabatan ini, karena itu aku berusaha untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Pagi itu adalah jam pertama, aku duduk di bangku kelas bagian tengah, kulirik kiri dan kanan. tak ada yang kukenal. Namun ada satu yang menarik perhatianku, seorang gadis cantik duduk tak jauh dariku, dia nampak ramah dan selalu tersenyum, kulitnya sawo matang, namun bagiku dia terlihat yang paling cantik di kelas. Tiba-tiba saja dia melihatku dan menghampiriku dengan ramah lalu dia lalu memperkenalkan diri. “Hai.. Nama saya Nadia, aku guru tari Bali, nama kamu siapa? kok dari tadi ngeliatin terus sih?” Aku jadi salah tingkah, dan lalu aku menjawab sekenanya, “Maaf ya mbak, nama saya Erwin, abis ga ada yang dikenal sih…” “Salam kenal. Umur kamu emangnya berap...